Kumpulan Restaurant Gluten Free di Seluruh Dunia

Banyak orang yang sedang melakukan diet lantas berusaha untuk menghindari makanan berlemak dan manis. Kedua jenis makanan tersebut memang baik jika bisa sedikit dikurangi porsinya. Namun, ada beberapa orang yang ketika sedang menjalankan diet dengan hanya mengkonsumsi beberapa makanan yang mengandung gluten free. Sebenarnya makanan yang memiliki gluten free justru lebih disarankan untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang punya kondisi medis tertentu. Karena penggunaan gluten pada bahan makanan hanya bertujuan agar adonan lebih kenyal dan sedikit elastis. Mungkin jika kita mengkonsumsinya sesuai dengan takaran yang tepat, maka gluten tersebut tidaklah berbahaya bagi tubuh. Tetapi, jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan itulah yang justru sangat membahayakan kesehatan kita sendiri. Ada beberapa orang bahkan tidak bisa mengkonsumsi gluten free meski hanya sedikit, itulah mengapa di zaman modern ini terkadang masih ada label makanan yang bertuliskan “gluten free” sebagai penanda bahwa makanan ini bebas gluten. Biasanya makanan seperti ini sering ditujukan kepada orang-orang yang mengidap penyakit celiac dan intoleransi gluten.

Namun alangkah baiknya bagi anda yang tidak menderita penyakit celiac dan intoleransi gluten ini, agar tidak terlalu banyak memakan makanan yang mengandung gluten, sebab biasanya di dalam makanan gluten free tersebut jumlah kandungan protein, asam folat, vitamin B, dan niasinnya tergolong cukup rendah dan masih belum cukup untuk memenuhi asupan gizi harian yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Di samping itu, makanan bebas gluten juga tidak memiliki nutrisi penting lainnya yang juga berguna bagi kesehatan tubuh. Misalnya saja : serat, kalsium, zat besi, dan magnesium. Padahal jika diteliti lebih dalam lagi, nutrisi tersebut juga sama pentingnya dengan protein dan vitamin. Itulah alasan mengapa gluten free jangan dikonsumsi secara berlebihan. Sebagai alternatifnya, jika anda ingin tetap mengkonsumsi makanan bebas gluten, maka lebih baik anda menggantinya dengan beberapa makanan yang lebih menyehatkan, seperti : gandum utuh, nasi merah, atau tepung jagung. Dan jangan lupa untuk tetap makan makanan yang tinggi akan serat dan vitamin, misalnya : buah, sayur, biji-bijian, dan daging yang low fat.

Bagi para penderita penyakit celiac sendiri juga ada beberapa efek negatif ketika sudah terlalu banyak makan gluten free, yakni sistem imun tubuh akan mengalami reaksi yang berlebihan. Dan lama-kelamaan hal tersebut dapat berimbas kepada rusaknya lapisan pada usus halus dan itu akan menghambat terjadinya proses penyerapan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Sama dengan penderita celiac, pada umumnya efek yang dialami oleh penderita intoleransi gluten ialah terjadi reaksi yang dahsyat pada sistem kekebalan pada tubuh. Hanya saja pada jenis penyakit ini, tidak begitu berdampak pada rusaknya usus kecil.

Sejarah Masuknya Makanan Gluten Free di Dunia

Adanya sensitivitas terhadap gluten pertama kali muncul pada abad ke-3 M, namun ditemukannya penyakit celiac ini baru muncul sekitar abad ke-20 M. Meskipun mungkin di dalam sejarahnya penyakit celiac ini baru ditemukan, tapi sudah banyak orang yang mengenal gluten dari zaman kuno. Di tahun 9.000 SM, sepertinya tanaman gandum sudah mulai ditanam dan dibudidayakan di sekitar wilayah Asia. Karena pada zaman itu, masyarakat sudah menerapkan sistem berburu, meramu, dan bercocok tanam. Dan barulah pada 5.000 SM, mulai ditemukan ejaan yang berkaitan dengan sejarah gluten, dan ejaan ini muncul di sekitar Black Sea (Laut Hitam) dan benua Eropa Tengah. Seiring dengan bertambahnya waktu, ejaan ini mulai tersebar luas hingga hampir ke seluruh wilayah di benua Eropa. Pada masa itu masih dikenal sebagai Zaman Perunggu dan Besi, dan di bawah kepemimpinan dari Kekaisaran Romawi, mayoritas masyarakat di Eropa Tengah memiliki tugas untuk membawa biji-bijian (yang terbuat dari ketan) untuk kemudian didistribusikan ke wilayah Benua Eropa Barat.

Pada masa itu, alasan mengapa makanan yang terbuat dari gandum belum bisa diproduksi sepenuhnya adalah karena jumlah tenaga kerja yang masih sangat terbatas, dan untuk mengubah gandum menjadi roti juga membutuhkan waktu serta tenaga yang ekstra. Karena keterbatasan dalam hal itulah, yang membuat banyak orang tidak hobi untuk memakan makanan olahan dari gandum, sebab untuk sekali memakannya saja mereka harus menggiling dan memasaknya dalam jangka waktu yang lumayan lama. Meskipun memang pada kenyataannya, ada pula beberapa orang yang lebih memilih untuk mengolah gandum menjadi tepung, namun hanya untuk keperluan tertentu saja. Dan orang-orang di zaman itu, tidaklah sesering itu dalam mengkonsumsi gluten, ini jelas berbeda dengan orang-orang yang hidup di zaman sekarang.

Daftar Restoran Gluten Free yang Masih Eksis di Seluruh Dunia

Meskipun tidak semua restoran di dunia masih menerapkan gluten free di setiap komposisi hidangan mereka, namun ternyata masih ada beberapa restoran yang ‘berpegang teguh’ pada prinsip gluten free ini. Kira-kira dimana saja restoran gluten free itu dibangun ? Yuk, kita lihat sama-sama !

1. Copasetic di Barcelona, Spanyol

Restoran ini merupakan salah satu yang terbaik di area L’Eixample, Barcelona. Sebab, bagi kalian para pecinta kuliner khas Mediterranean Food. Maka kalian wajib banget untuk mengunjungi restoran yang satu ini. Sebagian besar berasal dari bahan organik dan segar. Tidak hanya itu, di restoran Copasetic ini juga terdapat menu gluten free yang bisa dikonsumsi oleh penderita intoleransi gluten dan juga laktosa. Menu yang terkenal dari restoran ini adalah : sup, burger, sandwich, crepes, dan masih banyak lagi.

2. Jihwaja di Seoul, Korea Selatan

Di Seoul, restoran Jihwaja ini termasuk ke dalam restoran gluten free yang populer. Makanan yang disajikan pun sebagian besarnya adalah vegetarian yang segar. Di sini banyak menu makanan khas Korea yang bisa anda nikmati, seperti : platter of nine delicacies, pomegranate dumpling soup with bibimbap, marinated and grilled beef ribs and pine mushroom, grilled codfish with citron and soy sauce, royal casserole, dan masih banyak hidangan khas Dinasti Joseon.

3. Be Bop di Milan, Italia

Be Bop merupakan restoran pizza pertama di Italia yang berlabel gluten free selama hampir 20 tahun. Restoran ini berlokasi di dekat XXIV Maggio Square, Col di Lana Avenue. Sejauh ini, Be Bop termasuk sebagai family-friendly restaurant, yang bisa dijadikan sebagai opsi pilihan makan siang makan malam, terlebih bagi anda yang mengalami penyakit celiac, intoleransi gluten dan laktosa. Banyak variasi makanan yang disajikan di tempat ini, salah satu yang terbaik adalah pizza.

4. Station 26 di London, Inggris

Sebenarnya di Station 26 ini menyediakan berbagai menu menarik, seperti : tuna steak & quinoa, chicken schnitzel, crab cake salad, grilled vegetables stack, duck confit, vegetable and goat’s cheese burger, vegan breakfast, dan lain-lain. Tapi, dari semua itu, salah satu hidangan yang paling populer adalah pizza. Di Station 26 ini, adonan pizzanya difermentasi selama 48 jam, sehingga menghasilkan jenis pizza yang bertekstur renyah dan tidak kenyal. Dan hampir semua makanan disini sangat ramah terhadap gluten free.

5. The Side Door di Bunbury, Australia

Sama seperti restoran di atas, The Side Door ini juga sangat mementingkan konsep gluten free pada setiap hidangan yang mereka sajikan. Salah satu chef yang ada di restoran ini sengaja membuat berbagai macam makanan bebas gluten agar semua orang bisa menikmatinya, dan ini bisa dilihat dari daftar menu yang tersedia. Mulai dari starter gluten free food, main meals, dessert, express lunch & takeaway nya juga menawarkan banyak menu yang mengandung bebas gluten.

6. Soranoiro Nippon Tokyo Station di Tokyo, Jepang

Di Jepang mencari makanan ramen yang bebas gluten sangatlah sulit. Namun, di Soranoiro Nippon Tokyo Station ini anda bisa menyantap ramen yang terbuat dari mie beras merah dengan diberi tomat, brokoli, irisan ayam, dan telur ramen yang bertekstur kental. Yang membuatnya spesial dari ramen yang lain adalah karena mie beras merah ini membuat hidangan ramen di restoran ini menjadi lebih kenyal dan lebih lezat. Mie beras merah sengaja mereka datangkan langsung dari wilayah Miyauchiya di Prefektur Shimane, yang mana daerah tersebut terkenal sebagai penghasil makanan bebas gluten di Jepang. Selain ramen yang dibuat dari mie beras merah, anda juga bisa menikmati menu rame yang terbuat dari bahan biasa dan tidak gluten free.

7. Eat Well di Dubai, UEA

Di restoran Eat Well ini menyajikan berbagai jenis makanan dengan pilihan paleo, vegetarian, dan vegan pada setiap hidangannya. Dan semua bahan makanan sudah pasti berasal dari organik. Selain bisa menyantap makanan secara langsung di Eat Well sambil menikmati pemandangan kota Dubai, atau kalian juga bisa memesan paket makanan yang bisa kalian santap di rumah bersama keluarga.